Syahrul Said Sosialisasi Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di SMAN 1 Siotapina

0
116

DILANSIR – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Syahrul Said melaksanakan sosialisasi ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan di SMA Negeri 1 Siotapina, Kabupaten Buton, Sabtu (6/8/2022).

Pada sosialisasi tersebut menghadirkan pemateri dari akademisi Universitas Halu Oleo, Edy Darwin Ismail. Syahrul Said juga didampingi Anggota DPRD Kabupaten Buton, Sabaruddin Paena, Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Provinsi Sultra, Husrin dan Kepala Sekolah SMAN 1 Siotapina, Lan Diangi.

Dalam sosialisasinya, politisi Partai NasDem itu mengatakan, ideologi Pancasila merupakan asas yang harus dipertahankan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menerangkan, tantangan ke depan Bangsa Indonesia bukan hanya tentang pembangunan, melainkan mengenai mempertahankan ideologi bangsa. Olehnya di tempat itu, Syahrul Said meminta kepada para guru agar bisa menyelipkan materi ajarannya tentang penguatan ideologi dan wawasan kebangsaan.

Hal ini agar paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila dan masuk ke NKRI, tidak mudah memecah bangsa.

“Kemajuan teknologi dan derasnya informasi dari internet saat ini merupakan tantangan untuk generasi muda kita. Khawatirnya dapat menggerus persatuan kita dalam bermasyarakat. Pentingnya ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan ini harus terus digaungkan khususnya oleh guru-guru di SMAN 1 Siotapina,” kata Syahrul Said.

Lanjut legislator muda yang akrab disapa Bang Arul itu menekankan wawasan kebangsaan khususnya untuk masyarakat Buton, dengan mengangkat nilai-nilai perjuangan Pahlawan Nasional Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi (Oputa Yii Koo).

Sementara itu, Edy Darwin Ismail sebagai pemateri memaparkan mengenai sejarah lahirnya Pancasila di Indonesia. Awalnya Pancasila terbentuk melalui pidato Presiden RI Soekarno pada 1 Juni 1945.

Lalu pada 18 Agustus 1945, baru disahkan menjadi Pancasila. Ahmad Riandi menilai, Pancasila mulai dari sila pertama hingga kelima, saling berhubungan dan berkaitan, jadi masyarakat harus dapat memahaminya. (Aka)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini