Basiran Tutup Perkemahan Penggalang dan Penegak Pondok Al-Syaikh Abdul Wahid Putri

0
49
Pj. Bupati Buton, Basiran menutup lomba perkemahan penggalang dan penegak pondok modern Al-Syaikh Abdul Wahid Putri di Lapangan Banabungi, Pasarwajo, Senin (29/8/2022) malam. (Foto: Istimewa)

DILANSIR – Penjabat (Pj.) Bupati Buton, Basiran menutup lomba perkemahan penggalang dan penegak pondok modern Al-Syaikh Abdul Wahid Putri di Lapangan Banabungi, Pasarwajo, Senin (29/8/2022) malam.

Lomba perkemahan tersebut diikuti oleh 105 peserta santriwati, dilaksanakan mulai tanggal 27-30 Agustus dengan mengangkat tema Hope Scout 2022.

“Ini kegiatan sosial kemasyarakatan untuk membangun karakter generasi muda khususnya anak-anaku yang mengikuti pendidikan di Pesantren Syaikh Abdul Wahid. Ini adalah bagian dari pembinaan mental dan moral generasi muda sebagai generasi Islami yang berjiwa NKRI,” ucap Pj Bupati.

Menurut Mantan Sekwan Bombana ini kegiatan tersebut merupakan salah satu potensi melahirkan para pemimpin masa depan Kabupaten Buton dan Sulawesi Tenggara.

“Saya tidak melihat ini kegiatan kecil atau besar. Tapi ini adalah bagian dari membangun karakter bangsa dari anak-anak kita, walaupun pesertanya 105 mungkin dari situ akan lahir pemimpin-pemimpin umat masa depan yang akan membawa Kabupaten Buton dan Sulawesi Tenggara menjadi wilayah yang makmur dan sejahtera,” ungkapnya.

Pj. Bupati menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Pasarwajo sebagai lokasi perkemahan karena hal tersebut merupakan sebuah kepercayaan dan tanda bahwa masyarakat siap menerima tamu dengan baik.

“Saya berterima kasih kepada pimpinan Pesantren Syaikh Abdul Wahid karena telah memilih Kecamatan Pasarwajo, Desa Banabungi menjadi lokasi perkemahan. Berarti lokasi ini adalah lokasi yang aman apalagi didukung oleh Kapolres, Camat, Kapolsek, Kepala Desa dan Masyarakat. Hal ini menjadi menjadi sebuah simbol bahwa Pasarwajo siap menerima tamu dengan baik untuk PORPROV nanti,” ucapnya.

Kepala BPKAD Provinsi Sultra ini juga berharap Buton memiliki bumi perkemahan agar dalam kegiatan kepramukaan, negeri penghasil aspal itu bisa menjadi tuan rumahnya.

“Saya juga berpikir apakah di Pasarwajo ini sudah ada bumi perkemahan atau belum. Kalau belum mari kita pikirkan bersama-sama oleh seluruh komponen yang ada di Kabupaten Buton khususnya di Ibukota Pasarwajo, supaya Pasarwajo ini menjadi terkenal mempunyai bumi perkemahan. Sehingga kalau ada kegiatan kepramukaan Pasarwajo menjadi tuan rumah,” harapnya.

Pj. Bupati juga menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan bisa dijadikan kegiatan yang terus menerus bisa dilaksanakan, karena dapat membentengi generasi muda dari pengaruh negatif perkembangan global yang sangat cepat.

“Kegiatan kepramukaan bisa dijadikan kegiatan ekstrakulikuler di setiap sekolah dan bisa dilaksanakan setiap waktu, karena saat ini generasi muda kita menghadapi transisi yang membahayakan bagi bangsa dan negara di masa yang akan datang. Pengaruh informasi global yang sangat keras karena kita sudah bisa melihat belahan dunia manapun dengan sekali klik melalui handphone. Oleh karena itu jika kita tidak mempunyai mental, akhlak, dan moralitas yang baik tentu saja kita bisa terpengaruh,” tutupnya.

Turut hadir Pimpinan Pondok Pesantren Al-Syaikh Abdul Wahid, Mewakili Kapolres Buton, Perwakilan Kemenag Buton, Kapolsek Pasarwajo, Sekcam Pasarwajo, Kepala Desa Banabungi, Pemuda Karang Taruna dan Ibu Majelis Taklim. (Rls)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini